BATUAN METAMORF
Merupakan batuan hasil
metamorfosisme, yaitu proses rekristalisasi dalam kerak bumi (3-20 km) yang
keseluruhannya atau sebagian besar terjadi dalam keadaan padat, yakni tanpa
melalui fase cair, sehingga terbentuk struktur dan mineral baru akibat pengaruh
temperatur (200-6500 C) dan tekanan yang tinggi. Proses
metamorfosisme meliputi perubahan fisik dan perubahan ikatan kimia batuan.
Terdapat dua tipe metamorfosisme, yaitu:
1.
Lokal
a. Metamorfosa
kontak/ thermal
Disebabkan adanya kenaikan suhu pada
batuan tertentu. Pengaruh suhu lebih dominan daripada temperatur. Tersebar di
daerah Bayat, Klaten, Bayah, Jawa Barat, Karangsambung, dan Kebumen. Berumur
pratersier. Bentuknya pipih, dengan kenampakan berlembar-lembar yang tersusun
berlapis-lapis. Biasanya sepanjang zona metamorfosisme ini berasosiasi dengan
mineral-mineral bijih (mengandung logam).
b. Metamorfosa
dislokasi/ kataklastik/ dinamik
Metamorfisme yang terjadi di zona sesar.
Faktor tekanan lebih dominan daripada suhu.
2.
Regional
a. Metamorfosa
regional/ dynamo thermal
b. Metamorfosa
beban/ burial
Terbentuk oleh
pembebanan suatu massa sedimentasi yang sangat tebal pada suatu cekungan yang
luas (cekungan geosinklin). Jika pembebanan dan penekanan lama, suhu meningkat
Komentar
Posting Komentar